Lihatlah sekarang ini, Indonesia, negara kita semua mengalami kemunduran yang sangat pesat. korupsi terjadi dimana-mana. Para pejabat negara tidak memiliki kesadaran tersendiri dari dalam dirinya. Apakah mereka tidak memikirkan bagaimana rakyat-rakyat kecil yang untuk mencari mendapatkan uang saja, harus berapa peluh yang mereka keluarkan? sedangkan para pejabat pejabat di sana, berfoya-foya dengan banyaknya uang yang mereka dapatkan. Mengapa mereka harus tergoda dengan uang rakyat? Apakah gajih yang diberikan oleh pemerintah belum cukup bagi mereka? Apakah semua itu masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari mereka? Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang mereka dapatkan. Sekalinya mendapatkan nikmat berupa harta, dalam dirinya terus ada keinginan agar bisa mendapatkan yang lebih dari itu? Coba bayangkan, apabila semua uang rakyat digunakan untuk kepentingan sehari-hari para pejabat. untuk kesenangan mereka. Jadi, bagaimana nasib Rakyat Negara kita?
Saya baru anak kelas 3 SMP. tapi terkadang, saya pusing memikirkan tentang nasib negara kita. Mau jadi apa negara kita untuk kedepannya. Apakah kita sebagai warga negara tidak merasa malu? Negara Indonesia, adalah negara dengan Persentase Korupsi tertinggi se-Asia Tenggara. Dan, kalau tidak salah pun, sedunia kita masuk 10 besar. Bagaimana pandangan bangsa-bangsa asing terhadap Negara kita. Mereka pasti akan merendahkan kita, menganggap kita ini memiliki derajat yang jauh di bawah mereka.
Sekarang, jika ditinjau dari lingkungan alam. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. tapi, mengapa Rakyat Indonesia tidak bisa mempertahankan ITU SEMUA sampai sekarang? Pada saat ini, zaman dimaanaa terjadinya pemanasan global. Seharusnya, kita tidak perlu khawatir akan semua itu. Karena kita masih dilindungi oleh hutan-hutan. dan masih banyak pohon yang tertanam. Tapi, sekarang apa? Pohon-pohon ditebang, dijadikan department store. Menurut saya pribadi, sepohon kayu lebih berharga dari pada satu mall. Pohon-pohon telah tiada. Flora dan fauna banyak yang hilang. Ditambah lagi, ketidak adanya kesadaran manusia untuk membuang sampah pada tempatnya. Alhasil, banyak sampah yang berceceran dimana-mana. Saya pusing sendiri, di dekat tempat tinggal saya pun banyak sekali sampah. entah itu sampah organik ataupun anorganik. Saya sering melihat orang-orang dengan seenaknya membuang sampah di tengah jalan. Padahal itu berarti mengurangi keasrian negara kita yang sudah kotor dan dipenuhi banyak sampah. Saya tahu, membiasakan sesuatu yang salah memang mudah. tapi, untuk mengubah kebiasaan itu sangatlah sulit. Saya iri dengan negara Singapura. Menurut informasi yang saya dapatkan, di sana itu, sangat bersih. tidak ada sampah yang berceceran di jalan raya. tidak ada orang-orang yang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan. karena, mereka akan langsung dikenai denda. Seandainya, negara kita memberlakukan undang-undang seperti itu.
Hal terakhir tentang kritikan saya adalah PELAJAR. Jaman sekarang ini, di negara kita, banyak terjadinya tawuran antar pelajar. Hal ini semakin menambah keterpurukan negara kita. Dahulu, para pahlawan berjuang, sampai titik darah penghabisan. Mereka rela mati, asal, Negara ini bisa meraih kemerdekaan. Dan, jika kita tinnjau keadaan sekarang. Banyak terjadinya tawuran antar pelajar. Mereka tidak mengerti akan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan. Jika sesama rakyat berkelahi, bagaimana bisa kita melawan bangsa asing yang mungkin suatu saat nanti akan kembali menjajah Indonesia. Pantas saja Indonesia hancur, muda mudinya saja gemar mengejek atau menjelek-jelekan nama baik sekolah lain. Bagusnya, ada sebagian yang tidak menanggapi kejadian itu, namun ada juga yang melawannya. SOK BERANI BANGET KAN YA? Padahal, lebih baik dibiarkan saja. dari pada untuk kedepannya malah akan menimbulkan permasalahan yang lebih panjang.Kita lihat saja, siapa yang akan lebih sukses di masa yang akan datang?
Pesan saya satu, saya harap Indonesia akan menjadi negara maju di masa depan. Bhinneka Tunggal Ika.
***
Creater
"S"
Kritikan Ababil Sebagai Warga Negara
21.08 |
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)







